PT.(Persero) Pelabuhan Indonesia II
Cabang Bengkulu
Selamat datang di www.bengkuluport.com ...News tick berita terbaru : Website kami telah diupdate kembali 26/07/2008-26/07/2009 * Sekarang sedang diadakan pelatihan di Kantor Cabang Pelindo II Bengkulu, info lanjut silahkan kontak kami

GAMBARAN UMUM PELABUHAN BENGKULU

 

 

1.        SEJARAH SINGKAT

 

Morphologi Pulau Baai sebelum dibangun merupakan suatu lagun / kolam yang terbentuk oleh lidah pasir yang membujur dari arah selatan ke utara. Lidah pasir ini terbentuk oleh angkutan pasir pantai (littoral sand drift) yang berasal dari sebelah hulu (updrift) Tanjung Kerbau, Tanjung Kerbau itu sendiri merupakan terumbu koral yang asalnya terlepas dari pantai, keberadaannya mula-mula berbentuk tombolo, kemudian tombolo tumbuh dan menyatu dengan terumbu koral, sehingga arus pasir melewati terumbu koral tersebut dan membentuk endapan berupa lidah pasir di Pulau Baai .

Kolam yang terbentuk oleh lidah pasir merupakan kolam yang ideal untuk dijadikan kolam pelabuhan. Untuk itu harus ada alur masuk, yaitu dengan menembus lidah pasir dan membangun pemecah gelombang ditempat masuk.

Gagasan itu telah diwujudkan dengan dimulainya proses perencanaan pada tahun 1978/1981 dan kemudian pelaksanaannya dimulai bulan September 1982 dan selesai pada bulan 20 Desember 1984.  

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mengalami beberapa kendala operasi akibat kondisi fisik alur pelayaran yang sangat di pengaruhi oleh Sedimentasi di mulut  alur masuk, dalam rancangan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu  telah dilakukan Study oleh Konsultan dari Belanda yaitu Nedeco yang bekerja sama dengan konsultan lokal PT. Dwi Delta, Direktorat Jendral perhubungan laut serta laboratorium Teknik Pantai UGM Yogyakarta yang hasilnya menyatakan bahwa adanya fenomena alam yaitu gerakan pasir dari Selatan ke Utara sepanjang sisi pantai lokasi Pulau Baai (Sedimen transport) dengan perkiraan volume + 600.000–800.000 m3/th dan mengendap dialur antara + 400.000–500.000  m3/th.

Untuk pelaksanaan pembangunan Break Water dan Alur masuk Pelabuhan Bengkulu dilaksanakan oleh kontraktor dari Belanda ACZ (Aannemers Combinatie Zinkweken b.v).

Dalam mengantisipasi sedimentasi akibat adanya fenomena alam tersebut, untuk mempertahankan kedalaman alur –10 M LWS maka telah dibangun :

a.)      Sepasang Break Water yang fungsinya disamping sebagai pemecah gelombang juga sebagai penahan pasir dengan kapasitas tampung +  4.000.000 m3.

b.)      Membuat daerah Sand trap sebelah South Western Break Water yang berfungsi sebagai penampungan pasir dengan kapasitas 4.000.000 m3.

c.)    Akibat fenomena alam tersebut, selain pada daerah  South Western Break Water terjadi sedimentasi maka pada daerah North Eastern Break Water  terjadi abrasi.

Dengan dibangunnya sepasang Break Water sebelah Selatan (kiri) panjang 652 m’ dan sebelah Utara (kanan) panjang 420 m’ untuk sebagai pelindung alur pelayaran maka angkutan sedimentasi pasir terganggu dan hal ini telah diprediksi dan diperhitungkan dalam rancangan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, dengan kapasitas tampung  4.000.000 m3 pada sand trap Break Water sebelah South Western maka setiap lima tahun daerah ini harus dikeruk, sehingga pasir tidak masuk ke alur pelabuhan, kenyataannya daerah ini sejak dibangun / direhabilitasi Break Water pada tahun 1990 tidak pernah dilakukan pengerukan dengan demikian daerah Sand trap sudah penuh dengan pasir dan gerakan pasir langsung masuk ke alur pelabuhan dengan Estimasi pasir masuk antara 1.000 –1.500 m3/hari.

Pelabuhan Pulau Baai terletak di Propinsi Bengkulu yang jaraknya dari Kota Bengkulu  +  25 Km ke arah selatan .

Pembangunan dan pengembangan fasilitas pelabuhan hingga saat ini terus dilakukan secara bertahap sejalan dengan kebutuhan pengguna jasa dan perkembangan ekonomi serta perdagangan nasional dan internasional.

Daerah yang sangat potensial ini terletak diwilayah sepanjang pantai barat Sumatera sangat cocok untuk tanaman atau perkebunan seperti (Minyak kepalap sawit, Karet, Kopi, Jahe, Coklat, Kayu gergajian) Pertanian dan tambang batubara namun hasil komodity ini belum secara penuhmemanfaatkan Pelabuhan Pulau baai tetapi melalui pelabuhan lain yaitu Pelabuhan Palembang, Panjang dan Padang.

Yang dapat digunakan oleh Investor untuk lahan penumpukan batubara, Silo Semen, Tanki CPO, Pembibitan ikan, Stasiun kelautan, Tanki Pertamina (Petrolium), Pusat Kantor, Penjagaan Pantai dan Polisi.

Sejak tahun 2000 Pelabuhan Pulau Baai mendapat Sertifikat ISO 9002.

 

2.        KARAKTERISTIK PELABUHAN

 

 A. Letak  Geografis

 

Pelabuhan Pulau Baai terletak dua Kecamatan Selebar Kota Bengkulu berada pada posisi antara lain  :

Lintang Selatan    :  03o  47’  30’’

Bujur Timur           : 102o  15’ 04’’

Pelabuhan Pulau Baai merupakan satu satunya pelabuhan laut yang terbuka untuk umum dan merupakan pelabuhan samudera di daerah Provinsi Bengkulu, Posisinya sangat strategis berhadapan dengan Samudera Indonesia da terbuka untuk perdagangan dalam negeri maupun luar negeri, sebagai pelabuhan alam yang sangat terlindung dari gangguan gelombang laut karena kolam pelabuhan dengan laut dibatasi olah lidah pasir yang lebarnya antara 800 – 1.000 meter.

 

Luas tanah daratan daerah kerja pelabuhan mengacu pada SKB No.20 th 1991 dan   KM. 15 tahun 1991. tanggal 19 Februari 1991 antara Menteri Dalam Negeri dengan Menteri Perhubungan.yang meliputi  :

 

Ψ       Tanah Daratan seluas     : 1.192,6   Ha

Ψ       Kolam Pelabuhan :

- Perairan dalam              : 1.000       Ha

                        - Perairan Luar                : 2.183,47  Ha

 

B. Keadaan hidro Oceonografi.

 

Pelabuhan Pulau Baai terletak dibekas rawa dengan dasar pasir lembut dan panjang kolam 4 Km, lebar 2,5 Km dan mempunyai alur masuk pelabuhan sepanjang 800 m, lebar 80 m dengan kedalaman  - 7 M LWS. Pelabuhan Pulau Baai juga didukung dengan Break Water (Penahan Gelombang ) sebelah kiri sepanjang 652 m dankanan sepanjang 420 m. Kedalaman kolam mencapai – 2 s/d –12 M LWS. Pelabuhan Pulau Baai dapat disinggahi oleh kapal kapal dengan ukuran 35.000 DWT.

 

C .Daerah Pemanduan.

 

Daerah pemanduan adalah berjarak 1 mil dari pantai keluar Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Posisi kedatangan kapal untuk berlabuh sebagai berikut  :

Lintang selatan      :  03o  52’ – 32’’

Bujur Timur            : 102o  15’ – 42’’

 

 

Pelayanan untuk kapal pandu adalah prioritas utama untuk kapal-kapal datangmaupun berangkat tergantung dari pada keadaan cuaca.

 

D.     Daerah  Pasang  Surut

 

Diperkirakan air pasang surut di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berganti rata rata 6 jam dan dapat dilihat dalam buku “ Archipilago” tahun 2002 terbitan dari Hidro Oceanografi. 

Keadaan Pasang surut Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu ;

 

Ψ       Air tertinggi (HHWS)

Ψ       Air tinggi (MHWS)

Ψ       Duduk tengah (MSL)

Ψ       Air rendah (MLWS)

Ψ       Air terendah (LWS)

 

:

:

:

:

:

 

2.00     M LWS

1.20     M LWS

0.70  M LWS

0.10     M LWS

0.00  M LWS

 

E.    Gelombang

 

Karakteristik gelombang berubah-ubah tergantung musim dan kecepatan angin :

 

a.        Tinggi gelombang pada umumnya rata-rata berkisar antara     0.1 s/d 2 m sampai dengan maksimum 4 m pada kedalaman –15 M LWS.

(Pada ujung Break Water utama pada saat dibangun )

b.        Periode gelombang berkisar antara 8 s/d 15 detik .

c.        Panjang gelombang mencapai kejauhan berkisar antara  1 s/d 25 m.

d.        Arah gelombang membentuk sudut berkisar antara 260 0 – 320 0 dari utara.

 

F.       Daerah Lego Jangkar.

 

Bagi kapal-kapal di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berlokasi dalam kolam Pelabuhan Pulau baai Bengkulu dengan kedalaman antara                     -7 s/d  -12 M LWS.

 

G.       Posisi Rambu Rambu Navigasi.

 

Untuk keselamatan pelayaran adalah sebagai berikut :

 

a.        Pelampung Suar Penuntun  warna Putih DSI-2532 di ambang luar.

 

b.        Rambu  Suar Penuntun  warna Putih DSI-2532 di darat

 

- Sebelah Depan

 

 

- Sebelah Belakang

 

 

c.        Pelampung Suar Penuntun dikolam/alur warna Merah

  0.3 0 – 52’ – 35” LS

 102 0 – 15’ – 40” BT

 

 

 

 

 

 

  0.3 0 – 55’ – 22.6 LS

 102 0 – 17’ – 32.8 BT

 

 0.3 0 – 55’ – 30     LS

102 0 – 17’ – 37    BT

 

  0.3 0 – 54’ – 29   LS

 102 0 – 15’ – 59   BT

 

H. PELAYANAN STASIUN RADIO PEMANDUAN

 

Ψ     Stasiun Radio Pantai  :

Sinyal panggil  : PKC – 53

Channel            : 14,16

Ψ    Tug Boat Service

Sinyal panggil  : YCGT

Channel            : 12

 

I.      PEMERINTAHAN.

Ψ    Administerator Pelabuhan.

Jl.Yos Sudarso Pulau Baai Bengkulu

Telp.(0736) 51694, 51713

Ψ    Imigrasi

Jl.Yos Sudarso Pulau Baai Bengkulu

Telp.(0736) 53200

Ψ    Bea & Cukai

Jl.Ir.Yos Sudarso No.07 Pulau Baai Bengkulu

Telp. (0736) 51045

Ψ    Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Jl.Yos Sudarso Pulau Baai Bengkulu

Telp. (0736) 51616

Ψ    Panggkalan TNI Angkatan Laut (LANAL)

Jl.RE.Martadinata Pulau Baai Bengkulu

Telp. (0736) 51416

Ψ    KP3

Jl.Yos Sudarso Pulau Baai Bengkulu

Telp. (0736) 51836

 

KONDISI EXSISTING PELABUHAN BENGKULU.

a.     Kondisi Alur Pelayaran Pelabuhan Bengkulu saat ini kedalaman hanya – 2,1 M LWS atau maximum draft yang dapat dilalui keluar masuk kapal adalah  3,8 M LWS

b.     Rencana volume keruk untuk kedalaman – 7 M LWS  sebesar 515.000 m3.

c.      Posisi yang kritis alur adalah dari sport 1.000 s/d 1.500

d.     Type Kapal Keruk yang dapat digunakan Cutter Suction Dredger (CSD) kapasitas 15.000 m3/hari.

e.     Panjang alur = 1.900 m”

f.       Komoditas Utama untuk Ekport adalah Batubara, CPO, Crumb Rubber dan Moulding

www.bengkuluport.com
PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Bengkulu
Jl. Yos Soedarso No.09 Pulau Baai, Bengkulu
Telepon (0736)51409,51338,52073,52074 Fax.51956