|
1.
SEJARAH SINGKAT
Morphologi Pulau Baai
sebelum dibangun merupakan suatu lagun / kolam yang terbentuk oleh lidah
pasir yang membujur dari arah selatan ke utara. Lidah pasir ini terbentuk
oleh angkutan pasir pantai (littoral sand drift) yang berasal dari sebelah
hulu (updrift) Tanjung Kerbau, Tanjung Kerbau itu sendiri merupakan terumbu
koral yang asalnya terlepas dari pantai, keberadaannya mula-mula berbentuk
tombolo, kemudian tombolo tumbuh dan menyatu dengan terumbu koral, sehingga
arus pasir melewati terumbu koral tersebut dan membentuk endapan berupa
lidah pasir di Pulau Baai .
Kolam yang terbentuk oleh
lidah pasir merupakan kolam yang ideal untuk dijadikan kolam pelabuhan.
Untuk itu harus ada alur masuk, yaitu dengan menembus lidah pasir dan
membangun pemecah gelombang ditempat masuk.
Gagasan itu telah
diwujudkan dengan dimulainya proses perencanaan pada tahun 1978/1981 dan
kemudian pelaksanaannya dimulai bulan September 1982 dan selesai pada bulan
20 Desember 1984.
Pelabuhan Pulau Baai
Bengkulu mengalami beberapa kendala operasi akibat kondisi fisik alur
pelayaran yang sangat di pengaruhi oleh Sedimentasi di mulut alur masuk,
dalam rancangan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu telah dilakukan
Study oleh Konsultan dari Belanda yaitu Nedeco yang bekerja sama dengan
konsultan lokal PT. Dwi Delta, Direktorat Jendral perhubungan laut serta
laboratorium Teknik Pantai UGM Yogyakarta yang hasilnya menyatakan bahwa
adanya fenomena alam yaitu gerakan pasir dari Selatan ke Utara sepanjang
sisi pantai lokasi Pulau Baai (Sedimen transport) dengan perkiraan volume
+ 600.000800.000 m3/th dan mengendap dialur antara +
400.000500.000 m3/th.
Untuk pelaksanaan
pembangunan Break Water dan Alur masuk Pelabuhan Bengkulu dilaksanakan oleh
kontraktor dari Belanda ACZ (Aannemers Combinatie Zinkweken b.v).
Dalam
mengantisipasi sedimentasi akibat adanya fenomena alam tersebut, untuk
mempertahankan kedalaman alur 10 M LWS maka telah dibangun :
a.)
Sepasang Break Water yang fungsinya disamping sebagai pemecah gelombang juga
sebagai penahan pasir dengan kapasitas tampung + 4.000.000 m3.
b.) Membuat
daerah Sand trap sebelah South Western Break Water yang berfungsi sebagai
penampungan pasir dengan kapasitas 4.000.000 m3.
c.)
Akibat fenomena alam tersebut, selain pada daerah South Western Break Water
terjadi sedimentasi maka pada daerah North Eastern Break Water terjadi
abrasi.
Dengan dibangunnya sepasang Break Water sebelah Selatan (kiri) panjang 652
m dan sebelah Utara (kanan) panjang 420 m untuk sebagai pelindung alur
pelayaran maka angkutan sedimentasi pasir terganggu dan hal ini telah
diprediksi dan diperhitungkan dalam rancangan pembangunan Pelabuhan Pulau
Baai Bengkulu, dengan kapasitas tampung 4.000.000 m3 pada sand trap Break
Water sebelah South Western maka setiap lima tahun daerah ini harus dikeruk,
sehingga pasir tidak masuk ke alur pelabuhan, kenyataannya daerah ini sejak
dibangun / direhabilitasi Break Water pada tahun 1990 tidak pernah dilakukan
pengerukan dengan demikian daerah Sand trap sudah penuh dengan pasir dan
gerakan pasir langsung masuk ke alur pelabuhan dengan Estimasi pasir masuk
antara 1.000 1.500 m3/hari.
Pelabuhan Pulau Baai terletak di Propinsi Bengkulu yang jaraknya dari Kota
Bengkulu + 25 Km ke arah selatan .
Pembangunan dan pengembangan fasilitas pelabuhan hingga saat ini terus
dilakukan secara bertahap sejalan dengan kebutuhan pengguna jasa dan
perkembangan ekonomi serta perdagangan nasional dan internasional.
Daerah yang sangat potensial ini terletak diwilayah sepanjang pantai barat
Sumatera sangat cocok untuk tanaman atau perkebunan seperti (Minyak kepalap
sawit, Karet, Kopi, Jahe, Coklat, Kayu gergajian) Pertanian dan tambang
batubara namun hasil komodity ini belum secara penuhmemanfaatkan Pelabuhan
Pulau baai tetapi melalui pelabuhan lain yaitu Pelabuhan Palembang, Panjang
dan Padang.
Yang dapat digunakan oleh Investor untuk lahan penumpukan batubara, Silo
Semen, Tanki CPO, Pembibitan ikan, Stasiun kelautan, Tanki Pertamina
(Petrolium), Pusat Kantor, Penjagaan Pantai dan Polisi.
Sejak tahun 2000 Pelabuhan Pulau Baai mendapat Sertifikat ISO 9002.
2.
KARAKTERISTIK PELABUHAN
A.
Letak Geografis
Pelabuhan Pulau Baai terletak dua Kecamatan Selebar Kota Bengkulu berada
pada posisi antara lain :
Lintang Selatan : 03o 47 30
Bujur Timur : 102o 15 04
Pelabuhan Pulau Baai merupakan satu satunya pelabuhan laut yang terbuka
untuk umum dan merupakan pelabuhan samudera di daerah Provinsi Bengkulu,
Posisinya sangat strategis berhadapan dengan Samudera Indonesia da terbuka
untuk perdagangan dalam negeri maupun luar negeri, sebagai pelabuhan alam
yang sangat terlindung dari gangguan gelombang laut karena kolam pelabuhan
dengan laut dibatasi olah lidah pasir yang lebarnya antara 800 1.000
meter.
Luas tanah daratan daerah kerja pelabuhan mengacu pada SKB No.20 th 1991
dan KM. 15 tahun 1991. tanggal 19 Februari 1991 antara Menteri Dalam
Negeri dengan Menteri Perhubungan.yang meliputi :
Ψ
Tanah Daratan seluas : 1.192,6 Ha
Ψ
Kolam Pelabuhan :
- Perairan dalam : 1.000 Ha
- Perairan Luar : 2.183,47 Ha
B.
Keadaan hidro Oceonografi.
Pelabuhan Pulau Baai terletak dibekas rawa dengan dasar pasir lembut dan
panjang kolam 4 Km, lebar 2,5 Km dan mempunyai alur masuk pelabuhan
sepanjang 800 m, lebar 80 m dengan kedalaman - 7 M LWS. Pelabuhan Pulau
Baai juga didukung dengan Break Water (Penahan Gelombang ) sebelah kiri
sepanjang 652 m dankanan sepanjang 420 m. Kedalaman kolam mencapai 2 s/d
12 M LWS. Pelabuhan Pulau Baai dapat disinggahi oleh kapal kapal dengan
ukuran 35.000 DWT.
C
.Daerah Pemanduan.
Daerah pemanduan adalah berjarak 1 mil dari pantai keluar Pelabuhan Pulau
Baai Bengkulu
Posisi kedatangan kapal untuk berlabuh sebagai berikut :
Lintang selatan : 03o 52 32
Bujur Timur : 102o 15 42
Pelayanan untuk kapal pandu adalah prioritas utama untuk kapal-kapal
datangmaupun berangkat tergantung dari pada keadaan cuaca.
D.
Daerah Pasang Surut
Diperkirakan air pasang surut di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berganti rata
rata 6 jam dan dapat dilihat dalam buku Archipilago tahun 2002 terbitan
dari Hidro Oceanografi.
Keadaan Pasang surut Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu ;
|
Ψ
Air tertinggi (HHWS)
Ψ
Air tinggi (MHWS)
Ψ
Duduk tengah (MSL)
Ψ
Air rendah (MLWS)
Ψ
Air terendah (LWS)
|
:
:
:
:
:
|
2.00 M
LWS
1.20 M
LWS
0.70 M LWS
0.10 M
LWS
0.00 M LWS
|
E.
Gelombang
Karakteristik gelombang berubah-ubah tergantung musim dan kecepatan angin :
a. Tinggi
gelombang pada umumnya rata-rata berkisar antara 0.1 s/d 2 m sampai
dengan maksimum 4 m pada kedalaman 15 M LWS.
(Pada ujung Break Water utama pada saat dibangun )
b.
Periode gelombang berkisar antara 8 s/d 15 detik .
c.
Panjang gelombang mencapai kejauhan berkisar antara 1 s/d 25 m.
d. Arah
gelombang membentuk sudut berkisar antara 260 0 320 0
dari utara.
F. Daerah
Lego Jangkar.
Bagi
kapal-kapal di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berlokasi dalam kolam Pelabuhan
Pulau baai Bengkulu dengan kedalaman antara -7 s/d -12
M LWS.
G. Posisi
Rambu Rambu Navigasi.
Untuk
keselamatan pelayaran adalah sebagai berikut :
|
a.
Pelampung Suar Penuntun warna Putih DSI-2532 di ambang luar.
b.
Rambu Suar Penuntun warna Putih DSI-2532 di darat
- Sebelah Depan
- Sebelah Belakang
c.
Pelampung Suar Penuntun dikolam/alur warna Merah |
0.3 0
52 35 LS
102 0 15 40 BT
0.3 0
55 22.6 LS
102 0 17 32.8 BT
0.3 0
55 30 LS
102 0 17 37 BT
0.3 0
54 29 LS
102 0 15 59 BT |
H. PELAYANAN STASIUN RADIO
PEMANDUAN
Ψ
Stasiun
Radio Pantai :
Sinyal panggil : PKC 53
Channel : 14,16
Ψ
Tug Boat
Service
Sinyal panggil : YCGT
I.
PEMERINTAHAN.
Ψ
Administerator Pelabuhan.
Jl.Yos Sudarso Pulau Baai
Bengkulu
Telp.(0736) 51694, 51713
Ψ
Imigrasi
Jl.Yos Sudarso Pulau Baai
Bengkulu
Telp.(0736) 53200
Ψ
Bea & Cukai
Jl.Ir.Yos Sudarso No.07
Pulau Baai Bengkulu
Telp. (0736) 51045
Ψ
Kantor
Kesehatan Pelabuhan.
Jl.Yos Sudarso Pulau Baai
Bengkulu
Telp. (0736) 51616
Ψ
Panggkalan
TNI Angkatan Laut (LANAL)
Jl.RE.Martadinata Pulau
Baai Bengkulu
Telp. (0736) 51416
Ψ
KP3
Jl.Yos Sudarso Pulau Baai
Bengkulu
Telp. (0736) 51836
KONDISI EXSISTING PELABUHAN BENGKULU.
a.
Kondisi
Alur Pelayaran Pelabuhan Bengkulu saat ini kedalaman hanya 2,1 M LWS atau
maximum draft yang dapat dilalui keluar masuk kapal adalah 3,8 M LWS
b.
Rencana
volume keruk untuk kedalaman 7 M LWS sebesar 515.000 m3.
c.
Posisi yang
kritis alur adalah dari sport 1.000 s/d 1.500
d.
Type Kapal
Keruk yang dapat digunakan Cutter Suction Dredger (CSD) kapasitas 15.000
m3/hari.
e.
Panjang
alur = 1.900 m
f.
Komoditas
Utama untuk Ekport adalah Batubara, CPO, Crumb Rubber dan Moulding
|